Manfaat Transformasi Digital untuk Supply Chain Management Perusahaan Anda

Supply Chain Management

Manfaat Transformasi Digital untuk Supply Chain Management Perusahaan Anda

Disrupsi bisnis di era digital semakin meningkatkan dikarenakan pertumbuhan eksponensial dalam teknologi telah merobek pedoman konvensional. Kehadiran layanan seperti Amazon Prime Now di AS – di mana pembeli mendapatkan barang mereka dapat dikirim pada hari yang sama atau dalam 24 jam telah mengubah lanskap bisnis global. Perusahaan ritel di AS bergulat dengan pesaing baru yang terasa hingga di seluruh dunia.

Sektor e-commerce merupakan masa depat ritel, di mana para pendatang baru di seluruh dunia memanfaatkan teknologi baru dan memperhatikan tren untuk memberikan penawaran kepada pelanggan baru. Kenyamanan berbelanja dari mana saja telah mendorong konsumen untuk belanja online.

Sementara itu, kemunculan pandemi Covid-19 di tahun lalu mendorong industri e-commerce di mana “10 tahun pertumbuhan e-commerce terjadi hanya dalam 90 hari”, menurut sebuah studi oleh Shopify. Peristiwa ini telah membantu mendorong supply chain management sebagai komponen bisnis penting di era digital.

Untuk memenuhi tuntutan bisnis modern, sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki sistem supply chain management yang baik. Supply chain management melibatkan kombinasi dari kedua entitas internal perusahaan seperti penjualan, manufaktur dan distribusi, dan mitra eksternal seperti pemasok dan pelanggan.

Supply chain di era digital merupakan proses panjang. Ketika terjadi kesalahan dalam proses ini, perusahaan sering menimbulkan kemarahan pada pelanggan karena mereka tidak menerima pembelian seperti yang dijanjikan. Pada Juli 2019, selama puncak musim penjualan, ritel online seperti Asos melaporkan mengalami masalah dalam gudangnya, yang menyebabkan kerugian jutaan.

Supply Chain Management

Studi baru oleh Reuters mencatat bahwa banyak perusahaan masih belum dilengkapi oleh sistem supply chain management yang efisien. Hal yang mengejutkan dalam survei ini adalah tercatat beberapa perusahaan masih beroperasi dengan sistem legasi. 

Reuters yang mewawancarai hampir 400 eksekutif supply chain dari perusahaan di berbagai industri, mengungkapkan bahwa “22% menyatakan bahwa mereka menggunakan Excel untuk perencanaan operasi”. Seperti yang kita ketahui, spreadsheet tidak memiliki fitur khusus untuk menangani logistik terutama di era digital sekarang ini.

Penemuan mengejutkan lainnya – “55% responden mengatakan mereka masih menggunakan proses manual untuk membuat keputusan terencana, dengan 28% mengatakan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan mereka manual dan tidak memiliki dukungan dari sistem apa pun”, dan 15% responden mengatakan “sistem mereka tidak memiliki akses seluler”, kebutuhan utama saat ini, dan terlebih lagi dalam iklim yang berfluktuasi.

Di bawah ini merupakan beberapa permasalahan lainnya yang terjadi oleh responden:

  • 44% berpendapat bahwa sistem mereka tidak terintegrasi dengan baik dengan sistem lain.
  • 43% mengatakan bahwa sistem mereka tidak memiliki perencanaan/pengoptimalan otomasi.
  • 41% melaporkan bahwa mereka tidak dapat memasukkan semua aturan kompleks dan pengecualian yang mereka butuhkan.
  • 32% tidak dapat menguji beberapa skenario.
  • 28% mencatat sistem mereka tidak menghubungkan gudang dan operasi logistik.
  • 26% mengalami kesulitan dalam berkolaborasi dengan banyak mitra.

Setelah dunia dilanda Covid-19, transfomasi digital merupakan kewajiban bagi perusahaan agar dapat bertahan dan berkembang. Inventory management bukan lagi permainan tebak-tebakan. Kemampuan prakira permintaan menggunakan teknologi terbaik di kelasnya akan memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara efisien.

Penelitian menunjukkan bahwa investasi dalam teknologi supply chain memiliki waktu pengembalian kurang dari dua tahun. Sementara itu, sebuah studi McKinsey menunjukkan bahwa “perusahaan yang secara agresif mendigitalkan supply chain mereka dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebelum bunga dan pajak sebesar 3,2% – peningkatan terbesar dari digitalisasi area bisnis mana pun – dan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 2,3%”.

Di bawah ini kami melihat beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh bisnis dari supply chain management dalam upaya transformasi digital yang menggunakan sistem ERP berbasis cloud.

Tampilan real-time terpadu dari proses bisnis

Jika bisnis Anda merupakan omnichannel retail. Dalam hal ini, tujuannya adalah untuk memberikan pelanggan Anda pengalaman berbelanja yang mulus di semua platform, terlepas dari apakah mereka berbelanja di toko fisik atau saluran digital, dan memberi mereka hak istimewa untuk mendapatkan produk atau layanan mereka dengan metode yang paling nyaman bagi mereka.

Sistem Cloud ERP menawarkan tampilan terpadu dan real-time dari semua pelanggan Anda dan transaksi mereka. Ini memungkinkan Anda untuk merespons permintaan pelanggan dengan cepat. Sistem lacak yang mengirimkan pembaruan terperinci tentang pesanan sepanjang waktu tunggu juga memungkinkan Anda untuk terus memperbarui status pesanan pelanggan Anda.

Supply Chain Management

Tampilan terpadu juga memberi Anda visibilitas total dari semua gudang Anda. Hal ini dapat memastikan bahwa Anda selalu mendapat informasi tentang tingkat inventori Anda, memungkinkan Anda untuk membuat penyesuaian yang diperlukan.

Supply Chain Management

Analytical Demand Planning

Perencanaan supply chain adalah proses rumit untuk mencoba mencocokkan penawaran dan permintaan yang berpotensi di seluruh dunia. Sistem Cloud ERP memastikan Anda mendapatkan kombinasi yang tepat antara pengendalian biaya, waktu tunggu, dan tingkat layanan.

Solusi Cloud ERP juga memungkinkan bisnis untuk menghitung dan memprediksi permintaan menggunakan teknologi modern. Hal ini sangat penting pada saat-saat seperti sekarang ini, di mana dunia bisnis diliputi ketidakpastian.

Integrasi Mudah degan Kode Rendah/Tanpa Kode

Dalam lingkungan bisnis tanpa batas, transaksi terjadi di seluruh dunia. Misalnya, jika Anda adalah penyedia logistik pihak ketiga (3PL), kemungkinan Anda berurusan dengan banyak sistem yang berbeda untuk mengakomodasi para retail yang berbeda.

Salah satu keuntungan besar dari sistem berbasis cloud modern adalah mereka menyediakan integrasi yang mudah dengan sumber eksternal, seringkali melibatkan sedikit, atau tanpa pengkodean. Ini membantu perusahaan 3PL untuk menghemat banyak waktu dan uang karena tidak perlu menyewa tim TI internal untuk bekerja menghasilkan solusi untuk setiap sistem berbeda yang mereka temui dalam transaksi mereka.

Skalabilitas

Solusi dalam lingkungan bisnis digital seperti sistem cloud ERP dibangun di atas infrastruktur yang fleksibel, memungkinkan bisnis untuk menskalakan dengan nyaman dan bila diperlukan. Sistem inventori Anda dapat berkembang seperti halnya bisnis Anda.

Selain itu, hal ini juga memungkinkan bisnis untuk melakukan transformasi digital secara terstruktur dan terorganisir di mana sistem dapat dengan mudah mengakomodasi kebutuhan pertumbuhan mereka ketika mereka merasa perlu.